Komunitas Tionghoa perantauan di Washington menggelar upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Nasional pada Minggu kemarin (4/10). Perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat, Alexander Yui (俞大㵢), menunjukkan bahwa Kantor Perwakilan di Phoenix yang akan segera diresmikan membuktikan bahwa Taiwan terus memperluas jangkauan layanannya.

Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk TSMC, melainkan juga karena ada sekitar 30.000 warga di wilayah setempat yang membutuhkan pelayanan.

Sementara mengenai perkembangan penjualan senjata AS ke Taiwan pasca-pertemuan Trump-Xi, ia menekankan bahwa proses tersebut terus berjalan.

Asosiasi Tionghoa Washington, yaitu Chinatown Consolidated Benevolent Association (CCBA), menggelar upacara pengibaran bendera untuk memperingati Hari Nasional Republik Tiongkok ke-115 di dekat gedung asosiasi.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Asosiasi Hsu Wan-Yu (徐腕佑), Perwakilan Taiwan untuk AS Alexander Yui beserta istri, Wakil Perwakilan Johnson Chiang (姜森), serta tokoh-tokoh dari kalangan Tionghoa Perantauan. Upacara tersebut mengibarkan bendera kedua negara, yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan barongsai dan prosesi pemotongan kue perayaan di dalam ruangan.

Kantor Perwakilan Taiwan di Phoenix akan segera menggelar upacara peresmian dalam beberapa hari mendatang. Dalam wawancara usai acara, Alexander Yui menyatakan bahwa ini merupakan kantor perwakilan Taiwan ke-14 di Amerika Serikat, yang menunjukkan perluasan jangkauan wilayah yang terus berlanjut, terlebih mengingat TSMC memiliki investasi penting di Arizona.

Langkah ini bukan semata-mata untuk TSMC, berdasarkan informasi yang ada, saat ini terdapat sekitar 30.000 warga diaspora di wilayah setempat yang membutuhkan layanan kekonsuleran bagi warga negara maupun Tionghoa Perantauan. Selain itu, banyak industri asal Taiwan yang mulai menancapkan kakinya di Arizona, sehingga pendirian kantor perwakilan ke-14 ini menjadi sangat krusial.

Mengenai perkembangan penjualan senjata AS ke Taiwan pasca-pertemuan Trump-Xi, Alexander Yui menekankan bahwa berdasarkan Undang-Undang Hubungan Taiwan, Enam Jaminan, serta ancaman yang dihadapi Taiwan, Amerika Serikat terus menyediakan penjualan senjata dan layanan yang tepat serta memadai secara berkelanjutan.

Hal ini termasuk pemberitahuan Kongres oleh Presiden AS Donald Trump pada akhir tahun lalu mengenai penjualan senjata dalam skala sangat besar senilai US$11 miliar.