Lewati ke konten utama
Hari Nasional 2026

Tanggapan

Pidato Hari Nasional Presiden Lai: Taiwan Teguh Pertahankan Status Quo, Bangun “Perisai Taiwan” Demi Perdamaian Indo-Pasifik

(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari ini (10/10) menyampaikan pidato Hari Nasional keduanya sejak menjabat. Ia mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun bersejarah bagi demokratisasi Taiwan, sekaligus menandai peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Ia menegaskan bahwa “Taiwan yang demokratis” adalah poros perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Taiwan akan berupaya mempertahankan status quo, serta berharap Tiongkok mau meninggalkan cara-cara kekerasan dalam mengubah keadaan di Selat Taiwan, dan bersama-sama menjaga perdamaian serta stabilitas Indo-Pasifik. Hari ini adalah Hari Nasional Republik Tiongkok (Taiwan) ke-114. Presiden Lai menghadiri “Acara Perayaan Hari Nasional ke-114 Republik Tiongkok” yang digelar di depan Istana Kepresidenan dan menyampaikan pidato bertema “Taiwan Baru yang Bangkit di Tengah Perubahan Dunia.” Presiden menambahkan bahwa kisah perjuangan rakyat, baik yang bersatu menghadapi invasi dengan air mata dan darah, maupun mereka yang berkorban demi demokrasi, kebebasan, dan kedaulatan rakyat, semuanya menjadi bagian dari ingatan kolektif bangsa. Melalui perjuangan panjang dan penuh pengorbanan, “Taiwan yang demokratis” telah menjadi jati diri yang paling jelas bagi 23 juta rakyat Taiwan, sekaligus menjadi cahaya harapan bagi mereka yang masih hidup di bawah pemerintahan otoriter. Ia menegaskan, di tengah ekspansi terus-menerus kekuatan otoritarianisme dan tantangan serius terhadap tatanan internasional, keamanan di Selat Taiwan, Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, serta seluruh rantai pulau pertama kini menghadapi ancaman besar. Presiden menegaskan bahwa “Taiwan yang demokratis” akan berkomitmen untuk mempertahankan status quo dan menjaga perdamaian di Selat Taiwan, serta berharap Tiongkok dapat meninggalkan niat menggunakan kekerasan terhadap Taiwan dan bersama-sama menjaga perdamaian di kawasan. Presiden mengungkapkan, “Taiwan yang demokratis adalah poros perdamaian dan stabilitas Indo-Pasifik, serta anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab. Kami akan berupaya mempertahankan status quo, menjaga perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan, serta mendorong kemakmuran regional. Kami juga berharap Tiongkok dapat menunjukkan tanggung jawab sebagai negara besar, berhenti memelintir Resolusi 2758 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta dokumen sejarah Perang Dunia II, dan meninggalkan penggunaan kekuatan militer dan metode koersif untuk mengubah status quo Selat Taiwan, demi bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas Indo-Pasifik.” Dalam pidatonya, Presiden Lai juga menjelaskan pencapaian ekonomi Taiwan yang gemilang dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini dipelopori oleh industri semikonduktor, teknologi informasi dan komunikasi, serta komponen elektronik. Semua itu merupakan aset berharga milik seluruh rakyat Taiwan, dan sebagai presiden, misinya adalah melindungi aset-aset berharga tersebut. Presiden menyampaikan tiga strategi utama untuk memastikan keunggulan daya saing Taiwan, yaitu “memperluas investasi dalam negeri”, “memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional untuk memperluas jaringan global”, dan “membangun Gunung Pelindung Negeri untuk memperkuat kemampuan industri Taiwan.” Ia juga mengumumkan rencana “10 Inisiatif Infrastruktur AI Baru”, dengan tujuan menjadikan Taiwan salah satu dari lima pusat komputasi global terdepan, serta berinvestasi besar dalam tiga teknologi kunci, yaitu komputasi kuantum, silikon fotonik, dan robotika. Taiwan juga akan membantu berbagai sektor mengadopsi teknologi AI dan mendorong penerapannya di semua bidang, sehingga Taiwan dapat bertransformasi menuju era kecerdasan penuh. Presiden Lai menambahkan bahwa melalui anggaran pertahanan baru, Taiwan akan mencapai tiga sasaran utama. Yang pertama adalah mempercepat pembangunan “T-Dome”, yaitu sistem pertahanan udara berlapis, dengan kemampuan deteksi tinggi dan intersepsi efektif, untuk melindungi keselamatan jiwa dan harta rakyat. Kedua, mengintegrasikan teknologi tinggi dan AI dalam sistem pertahanan cerdas, guna meningkatkan kemampuan strategi asimetris dan efek pencegahan. Ketiga, terus berinvestasi dalam teknologi inovasi pertahanan, bekerja sama dengan industri militer negara-negara maju untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan industri pertahanan nasional, serta memisahkan rantai pasokan dari pengaruh Tiongkok. Presiden juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para “pahlawan sekop”, yaitu relawan penyelamat dari berbagai profesi, warga asing, serta aparat militer, polisi, dan petugas penyelamat di pusat maupun daerah. Ia mengatakan bahwa gerakan gotong royong spontan dari seluruh rakyat ini tidak ada bandingannya di dunia. Hal ini akan membuat dunia mengingat Taiwan sebagai negara kecil dengan banyak gunung ini, benar-benar penuh kasih dan hebat! Menutup pidatonya, Presiden Lai mengungkapkan bahwa ke depan ia akan memimpin bangsa untuk bersatu dalam satu hati, tidak peduli hujan atau badai, tidak takut akan tantangan, dengan berani maju ke depan, dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik! Ia menutup dengan seruan penuh semangat: “Taiwan semangat! Republik Tiongkok semangat! Republik Tiongkok Taiwan semangat!”

Organisasi Sipil, Warga, dan Tionghoa Perantauan Berkumpul di Depan Istana Kepresidenan: Selamat Ulang Tahun Republik Tiongkok

(Taiwan, ROC) —- Upacara Hari Nasional Republik Tiongkok ke-114 diselenggarakan pada Jumat pagi ini (10/10) di depan Istana Kepresidenan. Di lokasi, organisasi sipil dan warga berkumpul untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Republik Tiongkok. Setelah upacara dimulai, pembukaan diawali dengan penampilan menabuh taiko yang memukau. Kemudian, pasukan kehormatan Tiga Angkatan Bersenjata menampilkan lagu-lagu dukungan untuk Kejuaraan Dunia Baseball Premier12. Helikopter angkut CH-47 Chinook juga melintas di atas langit sambil mengibarkan bendera nasional raksasa saat lagu kebangsaan dinyanyikan. Puncak acara ditutup dengan penampilan tim aerobatik Thunder Tiger dari Angkatan Udara. Sekjen Asosiasi Gereja Kristen Republik Tiongkok (Churces Union), Chen Chu-rou (陳楚媃), menyatakan bahwa setiap tahun asosiasi ini membawa 30 orang untuk menghadiri Upacara Hari Nasional, mendoakan agar Republik Tiongkok damai dan makmur. Bapak Wu dari Asosiasi Warga Kabupaten Yunlin di Kota New Taipei menyatakan bahwa kali ini asosiasi tersebut membawa sekitar 30 hingga 40 orang untuk menghadiri Upacara Hari Nasional, berkumpul bersama untuk merayakan Hari Nasional ROC. Ia menantikan setiap penampilan menarik dalam upacara tersebut, dan juga berharap Taiwan dapat mempertahankan perdamaian. Demi merayakan Hari Nasional ROC, banyak warga dari berbagai pelosok Taiwan turut berpartisipasi dalam Upacara Hari Nasional di depan Istana Kepresidenan. Bahkan, banyak Tionghoa Perantauan dari seluruh dunia kembali ke tanah air untuk merayakan ulang tahun ROC. Mereka hadir dengan pakaian terbaik masing-masing, ada juga yang berpartisipasi bersama seluruh keluarga, bahkan ada diaspora yang terbang lebih dari 20 jam, menempuh perjalanan ribuan mil hanya untuk kembali ke Taiwan, merayakan Hari Nasional. Bapak Lu, yang berasal dari Belize, negara sahabat di Amerika Tengah, hampir setiap tahun kembali untuk mengikuti acara Hari Nasional, meskipun harus menempuh penerbangan lebih dari 20 jam. Ketua Taiwanese Hakka Association of Southern California, Li Miao-li (李妙麗), mengungkapkan bahwa ini adalah keempat kalinya ia hadir langsung untuk berpartisipasi dalam Upacara Hari Nasional, dan perasaannya sungguh berbeda. Ia ingin secara langsung hadir untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada ROC. Bapak Hong dari Asosiasi Pengusaha Taiwan Kansai, Jepang, juga menyatakan sangat senang bisa kembali merayakan ulang tahun negara. Ia mengatakan bahwa ia kembali setiap tahun, dan kali ini ia merasa Taiwan semakin dikenal oleh komunitas internasional, yang membuatnya merasa sangat terhormat. Ia berkata, "Saya merasa semuanya semakin baik, melihat Taiwan secara bertahap dikenal oleh dunia internasional. Sebagai diaspora di luar negeri, kami sangat menghargai negara kami. Jika negara dapat melakukan lebih banyak hal agar seluruh dunia melihatnya, itu akan menjadi kehormatan besar bagi kami para diaspora di luar negeri." Sementara itu, Bapak Wu, yang sekeluarga kembali dari Australia, dengan bercanda mengatakan bahwa kepulangannya sedikit banyak dapat mendorong perekonomian Taiwan. Yang terpenting, ia membawa putra dan menantunya untuk merayakan ulang tahun ROC bersama, yang mana tentunya akan sangat bermakna.

Video Hari Nasional, Lin Chia-lung: Terima Kasih Para Pahlawan Membiarkan Dunia Mendengar Suara Taiwan

(Taiwan, ROC) -- Terkait dengan Hari Nasional Double Ten, Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung (林佳龍) mengunggah video Hari Nasional berjudul “Taiwan yang Tangguh” melalui platform Kementerian Luar Negeri (MOFA) di media sosial. Dalam sebuah wawancara di acara “Selamat Pagi Taiwan” dengan Radio Taiwan Internasional (Rti) baru-baru ini, ia secara khusus merekomendasikan video yang menyentuh ini, mengungkapkan harapan agar seluruh masyarakat Taiwan dapat merasakan diri mereka di dalamnya, merasakan keterikatan dengan tanah air, dan bangga atas pencapaian yang diraih bersama selama periode ini, bersatu melindungi negeri. Video Hari Nasional dari MOFA untuk tahun ini merupakan liputan pencapaian Taiwan dalam 1 tahun terakhir, di bidang olahraga, teknologi pintar, pembangunan berkelanjutan, multikulturalisme, pertahanan, dan diplomasi, yang menunjukkan ketahanan, persatuan, dan keberanian Taiwan dalam menghadapi tantangan. Menlu Lin Chia-lung menyampaikan, bahwa MOFA memproduksi video Hari Nasional setiap tahun dengan harapan agar dunia dapat melihat dan memahami Taiwan. Namun, karena pemotongan anggaran publisitas yang signifikan di tahun ini, video yang telah selesai dibuat tidak memiliki saluran promosi. Untungnya, setelah ia mengungkapkan masalah tersebut di Facebook, ia mendapatkan dukungan dari banyak “pahlawan pembagi” yang antusias untuk mengunduh dan berbagi video, sehingga banyak orang yang dapat melihatnya. Li Chia-lung dengan tulus berterima kasih kepada semua orang yang telah berbagi dan meneruskan video tersebut, sehingga kisah dan keindahan Taiwan dapat menyebar lebih luas dan dunia dapat mendengar suara Taiwan. Lin Chia-lung berkata, “kami tidak memiliki anggaran untuk publisitas internasional karena kami banyak melakukan pemotongan di tahun lalu, tapi rekan-rekan melakukannya dengan hati, (sehingga) video ini menyentuh banyak orang, silakan kalian membantu untuk berbagi dan meneruskannya.” Menlu Lin Chia-lung menekankan, bahwa Hari Nasional hanya datang 1 kali dalam 1 tahun, tapi Taiwan akan terus bersatu setiap harinya, berharap seluruh warga dapat bersatu dan melindungi Taiwan.

Perkuat Diplomasi Medis Taiwan-Paraguay, RSU Veteran Taipei dan Paraguay Sama-sama Kembangkan AI serta Pengobatan Presisi

(Taiwan, ROC) -- Ketua DPR Republik Paraguay, Raúl Luis Latorre Martínez memimpin delegasi beranggotakan total 18 orang yang diundang ke Taiwan guna menghadiri upacara peringatan Hari Nasional Double Ten. Dirinya pada Kamis (9/10) secara khusus mengunjungi RSU Veteran Taipei untuk menyaksikan penerapan dan pencapaian teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam bidang medis. Raúl Luis Latorre Martínez mengemukakan, kunjungan kali ini merupakan delegasi terbesar dalam sejarah parlemen Paraguay. Dirinya mengaku terkesan dengan inovasi yang diterapkan di RSU Veteran Taipei, dan sangat memuji upaya RS tersebut dalam mendorong penerapan AI pada prosedur medis dan diagnosis pencitraan. Raúl Luis Latorre Martínez menunjukkan, potensi penerapan AI sangat luas, dan kemajuan teknologi akan terus meningkatkan kesejahteraan serta kesehatan masyarakat. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Taiwan dan RSU Veteran Taipei atas dukungan jangka panjang mereka dalam membantu Paraguay memajukan kesehatan publik dan digitalisasi layanan medis. Wakil Direktur RSU Veteran Taipei, Li Wei-qiang (李偉強) memperkenalkan perkembangan dan capaian layanan medis berbasis AI di RSU Veteran Taipei kepada delegasi. Li menjelaskan bahwa RSU Veteran Taipei telah sepenuhnya menerapkan sistem cerdas untuk pendaftaran, konsultasi, pembayaran, dan akses rekam medis, serta kini tengah menuju pengembangan sistem rekam medis elektronik generasi ketiga. Selain itu, pihak RS juga bekerja sama dengan NVIDIA untuk mendirikan pusat komputasi berdaya tinggi guna mendukung lebih dari 60 proyek AI, di mana lebih dari 20 di antaranya telah diterapkan secara klinis, mencakup pendukung pembacaan citra medis, aplikasi darurat, peringatan dini penyakit, hingga perawatan kesehatan mental. Li menambahkan bahwa RSU Veteran Taipei juga telah menerapkan berbagai inovasi, termasuk pengiriman sampel menggunakan lengan robotik, layanan perawatan penyakit kronis cerdas berbasis AI dan 5G, pembedahan presisi dengan teknologi AR/VR, serta diagnosis patologi digital. Li membeberkan, RSU Veteran Taipei kini menggunakan lebih dari 500 indikator kinerja utama (KPI) yang terintegrasi dengan sistem Business Intelligence (BI) untuk mendukung pengambilan keputusan, sebagai langkah menuju transformasi penuh menjadi rumah sakit pintar. Selain itu, Departemen Keperawatan juga memaparkan penerapan AI generatif dalam otomatisasi pencatatan keperawatan dan transkripsi suara, yang secara signifikan membantu mengurangi beban administrasi para perawat. Dalam proses kunjungan hari itu, RSU Veteran Taipei juga untuk pertama kalinya menggunakan sistem AI penerjemah simultan Mandarin–Spanyol, yang membuat para tamu asing terkesan dengan ketepatan dan kemudahan penggunaannya. RSU Veteran Taipei juga memamerkan “Sistem Pemantauan Fisiologis Nirkontak” yang dikembangkan bersama Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung. Sistem ini mampu mengukur berbagai sinyal fisiologis seperti tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan hanya dalam waktu 60 detik, serta produk tersebut telah meraih sejumlah penghargaan internasional. Raúl Luis Latorre Martínez dan anggota delegasi juga berkesempatan untuk mencoba langsung teknologi ini dan berfoto bersama, sambil memuji hasil inovatif tersebut. Li Wei-qiang (李偉強) menyampaikan bahwa RSU Veteran Taipei telah mencapai standar internasional dalam bidang pengobatan presisi untuk kanker dan terapi radiasi partikel berat. Pihak RS ke depannya akan terus mendukung kebijakan pemerintah dengan memperdalam kerja sama di bidang medis dan kesehatan masyarakat dengan Paraguay, mendorong pertukaran tenaga profesional serta berbagi pengalaman dalam pengembangan layanan kesehatan cerdas, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Pidato Ketua Panitia Pelaksana HUT ROC ke-114, Han Kuo-yu

Pidato Ketua Panitia Pelaksana HUT ROC ke-114, Han Kuo-yu Hari ini, sangat berbangga dapat berdiri di sini di bawah langit biru yang cerah, berkumpul dengan saudara-saudara, tamu-tamu terhormat dari negara-negara sahabat dan sesama perantauan Tionghoa untuk bersama-sama merayakan ulang tahun Republik Tiongkok (ROC) ke-114. Mari kita semua mendoakan agar Republik Tiongkok tercinta selalu dalam keadaan baik, sehat, masyarakat sejahtera, selamat ulang tahun. Secara khusus menyambut Presiden Lai Ching-te, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim, mantan Presiden Chen Shui-bian, mantan Presiden Tsai Ing-wen, Perdana Menteri Cho Jung-tai dan jajaran Yuan Eksekutifnya, perwakilan dari 5 Ketua Yuan, Wakil Ketua Yuan Legislatif Jhonny Chiang beserta 77 anggota legislatifnya, para wali kota dan kepala dewan kota, saudara-saudari yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti perayaan hari nasional secara daring, mari bersama merayakan momen akbar iniHari ini patut dikenang oleh seluruh masyarakat Taiwan, setiap tahun pada hari ini, lautan bendera berkibar pada perayaan hari nasional 10 Oktober, mengingatkan kepada 23 juta jiwa masyarakat Taiwan bahwa, di bawah perlindungan Republik Tiongkok, Taiwan telah melewati berbagai krisis dan lika-liku yang tak terhitung jumlahnya untuk mempertahankan kebebasan di tanah ini. Masa 60 tahun terakhir, masyarakat Taiwan, Penghu, Kinmen, dan Matsu tidak mengenal perang, kelaparan, atau kemiskinan, di bawah bendera Republik, yang dipadukan dengan kekompakkan, membentuk perisai emas yang melindungi dari segala rintangan, memastikan stabilitas dan kemakmuran selama hampir 70 tahun. Bukan sekedar TSMC, Fo Guang Shan, dan Tzu Chi yang tersohor di mata dunia internasional, tidak hanya gereja-gereja Kristen dan Katolik yang berdedikasi, tidak hanya para atlet yang berjuang di lapangan, tidak hanya tentara yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap saat, tetapi setiap orang yang mencintai negara dan keluarga kita, setiap orang yang tinggal di pelosok dunia tetapi selalu memiliki hati yang terhubung dengan Republik Tiongkok, adalah kekuatan yang melindungi tanah suci ini. Masih ingta sewaktu saya masih muda, ada sebuah lagu yang kerap kali dinyanyikan, dibawakan oleh penyanyi Fei Yu-ching, yang berjudul "Guo En Jia Qing". Hari ini, ketika saya menyanyikan lagu ini lagi, dalam benak saya terlintas, bukan lagi lautan bendera yang berkibar di hadapan saya, melainkan orang-orang yang berbaris di sepanjang jalan dan stasiun kereta menuju Hualien. Para pahlawan sekop, membawa peralatan dan tas, meninggalkan segalanya dan bergegas ke lokasi kejadian. Saya sekali lagi menyampaikan rasa hormat saya yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang telah berkontribusi secara finansial dan fisik kepada daerah-daerah yang dilanda bencana baru-baru ini di bagian tengah dan selatan, dan desa Guangfu di Hualien. Anda adalah orang-orang yang memulihkan tanah air, menyelamatkan saudara-saudari senegara." Selama setahun terakhir, lebih dari sekadar desa Guangfu di Hualien di Taiwan yang perlu dipulihkan. Bahkan hingga saat ini, daerah pedesaan di Taiwan tengah dan selatan, yang juga rusak parah akibat banjir dan topan, masih dalam proses rekonstruksi yang sulit dan melelahkan. Bursa saham telah melonjak di atas 26.000 poin, tapi gaji pekerja yang kurang dari NT$30.000 melampaui dari 1,2 orang, belum lagi gunung, hutan, dan lahan pertanian yang hancur akibat panel surya, lembah Meinong yang digali secara ilegal oleh pengusaha yang tidak berakhlak, komunitas masyarakat yang terkoyak karena pemakzulan, kemungkinan perang yang diperparah oleh desinifikasi, kebijakan energi yang dihambat oleh ideologi, dan masa depan Taiwan yang dikorbankan karena negosiasi tarif. Semua yang tersebut di atas, lahan yang perlu kita perbaiki, semua yang tidak terlihat dengan kasat mata, seperti danau gempa yang sekali jebol bisa menenggelamkan seluruh Taiwan. Oleh karena itu, dibandingkan dengan menyambut HUT ROC ke-114, masih banyak pekerjaan sulit yang perlu dikerjakan Kita perlu dalam waktu singkat untuk mengubah danau gempa yang tidak terlihat oleh kasat mata menjadi gunung pelindung negeri. Pepatah "Mengharapkan cuaca baik bergantung pada Tuhan, namun kedamaian dan kemakmuran masyarakat bergantung pada diri sendiri", eksistensi Republik Tiongkok selalu maju melewati masa-masa sulit, gangguan internal dan eksternal, dan terus maju menuju masa depan. Selama 114 tahun berjalan, dari generasi ke generasi, bagaikan pahlawan sekop, bekerja dengan giat, memperbaiki, mereka menerobos berbagai hambatan, mengatasi berbagai kendala, hadirnya kamu, saya dan dia serta semua lapisan industri, petani dan pedagang, baru dapat menciptakan pulau Taiwan yang damai dan makmur hari ini. Untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran Taiwan, selain harus bersyukur dan terus berupaya, juga harus bersiaga menghadapi bahaya di masa damai. Dalam perjalanan menuju demokrasi dan kebebasan, kita tidak boleh membiarkan 3 hambatan, yaitu perang lintas selat, perpecahan parpol, dan kerugian tarif yang dapat mengikis masa depan Taiwan. Kami berharap melalui reformasi parlemen lebih lanjut dan kerja sama antarpartai, kami dapat mewujudkan pemerintahan rakyat yang berintegritas politik, berkeadilan hukum, meritokrasi, dan mengutamakan 23 juta warga Taiwan, juga berharap dengan bantuan dari semua pahlawan sekop dan pengawasan yang ada, mari kita semua bekerja sama untuk menghilangkan ancaman dan bahaya terselubung dari 3 hambatan ini dan membangun gunung pelindung perdamaian, persatuan, dan kemakmuran bagi Taiwan, Penghu, Kinmen, dan Matsu. Mari kita terus ciptakan keajaiban, mengejar demokrasi, dan merangkul kebebasan di tanah ini, hingga tiba saatnya, kita baru benar-benar mewujudkan harapan seperti lirik lagu "Kuo En Jia Qing" yang menuliskan "家家歡慶樂陶陶 setiap keluarga bersuka cita" Pada hari yang tak terlupakan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada 23 juta warga Taiwan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat Tionghoa perantauan kami dari seluruh pelosok negeri. Kalian semua adalah keluarga kami yang paling kami sayangi. Di bawah bendera Republik Tiongkok, kita terhubung oleh darah dan sehati. Kami menyambut kalian semua untuk sering pulang! Republik Tiongkok selalu menyambut semua sahabat Tionghoa perantauan kami dan semua sahabat dari mancanegara! Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kru yang bertugas dalam perayaan Hari Nasional tahun ini. Berkat dedikasi dan kerja keras kalian, sukses merayakan hari nasional ke-114 dengan gemilang. Kami telah dapat merasakan kegembiraan, rasa syukur negara kita, dan kegembiraan keluarga kita, serta menemukan kembali perasaan asli berdirinya Republik Tiongkok. Akhir kata, jangan lupa "Republik Tiongkok adalah negara kita, Taiwan yang indah adalah rumah kita, budaya Republik Tiongkok menjadi akar kita, dan demokrasi serta kebebasan adalah harta kita." Sekali lagi, saya mendoakan Republik Tiongkok agar makmur dan Tuhan memberkatinya! Saya mendoakan semua warga negara dan sahabat di dalam dan luar negeri agar selalu sehat dan sukses! Selamat ulang tahun, Republik Tiongkok!

Pembukaan Acara Hari Nasional Double Ten, Pasukan Kehormatan Militer Mendapatkan Tepuk Tangan Meriah dari Penonton

(Taiwan, ROC) -- Acara perayaan Hari Nasional Republik Tiongkok (ROC) ke-114 digelar pada hari ini (10/10). Asosiasi Taiko Taiwan memberikan pertunjukkan pembuka yang diberi nama “Berkah Agung Penuh Keberuntungan dari Surga, Berdoa dengan Genderang dan Mempersembahkan Keberuntungan”. Hampir seratus orang berbaris di depan Gedung Kantor Kepresidenan dan menabuh gendang taiko, menampilkan alunan yang harmonis. Selanjutnya, Pasukan Kehormatan Militer ROC menunjukkan keterampilan mereka yang luar biasa dalam memegang senjata dan melakukan perubahan formasi, mendapatkan sambutan berupa tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton. Perayaan Hari Nasional di tahun ini masih melanjutkan tema di tahun lalu, “Selamat Ulang Tahun Republik Tiongkok” dengan warna utama adalah biru langit, matahari putih, dan tanah merah. Perayaan di tahun ini dimulai pada pukul 08:52, bertempat di depan Gedung Kantor Kepresidenan yang terbagi atas 3 fase; pendahuluan dan pemanasan, perayaan Hari Nasional, dan pertunjukan tematik. Pertunjukan pemanasan diawali dengan tabuhan genderang dari Asosiasi Taiko Taiwan, kemudian band gabungan dari Kementerian Pertahanan (MND) bersama dengan Pasukan Kehormatan Militer ROC dengan teknik menembak dan perubahan formasi yang luar biasa, membawakan beragam lagu, termasuk lagu “Together” yang mendukung tim bisbol Taiwan ketika masuk dalam 2024 WBSC Premier12. Salah satu personil Pasukan Kehormatan Militer ROC (foto: AN/Rti) Selanjutnya, tarian dan musik dari Jurusan Seni Pertunjukan SMA Shin Min, Taichung dan marching band dari SMP Swasta Nanrong (NZMB) Kabupaten Pingtung dengan paduan alat musik tiup, perkusi, dan tari bendera, menunjukkan ketangguhan dan persatuan. Penutup acara pendahuluan adalah penampilan dari Jurusan Seni Pertunjukan SMK Juang Jing (JJVS) yang menyajikan pertunjukan menarik dengan lagu “Taiwan! Beat Up! The Rhythm Blasted Out Taiwan’s Soul”.